Psikolog : berdampak negatifnya game PUBG bagi perkembangan anak

Oleh: alfa kiki Game | Selasa, 21 Mei 2019 - 18:20:55 WIB | dibaca: 265 pembaca

Psikolog : berdampak negatifnya game PUBG bagi perkembangan anak

ilustrasi : anak-anak sedang bermain game online ( sindonews/tutrmama)

JAKARTA - Psikolog Universitas Pancasila (UP) Aully Grashinta menuturkan, game online The PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) memiliki dampak negatif bagi kesehatan dan kejiwaan. Ada beberapa hal yang menjadi catatan dirinya mengenai game ini.

Pertama, PUBG mengandung unsur kekerasan yang sangat tinggi. Karena pemain dituntut untuk lebih banyak mengalahkan lawan dengan cara membunuh dengan cara menembak, melempar pisau, mengembon dan sebagainya.

"Meskipun membutuhkan strategi, tujuan dari strategi itu hanya satu yaitu menghabisi sebanyak mungkin lawan agar bisa menang.Jika hal seperti ini dilakukan terus menerus, sepanjang hari, sangat mungkin akan mempengaruhi cara berpikir pemainnya," katanya di Depok, Kamis 21 Maret 2019.
Kedua, kata dia, anak-anak atau remaja memiliki emosi dan pribadi yang masih labil. Stimulus kekerasan yang terus menerus akan sangat mempengaruhi kehidupan ‘nyata’ mereka. Tayangan ataupun informasi yang mereka 'konsumsi' bisa berpengaruh pada pola sehari-hari.

"Mereka masih seringkali kesulitan memberi jarak antara realitas dan permainan, sehingga games membuat anak seringkali menyamakan perilaku di games dan di realita," tukasnya.

Ketiga, PUBG online membuat anak terokupansi pada permainan sehingg tidak ingin melakukan kegiatan lain seperti bermain, bersosialisi dengan anak lain, bahkan belajar. Dampaknya jelas, prestasi sekolah bisa menurun. Anak yang candu game onlinemenjadi pribadi yang kurang suka bersosial karena asyik dengan permainan tersebut.

"Dia menjadi penyendiri karena tidak suka bergaul secara langsung, malah tidak suka diajak pergi kemana-mana karena fokus hanya pada penyelesaian games," jelasnya.

Keempat adalah dari faktor kesehatan. Penggunaan gadget yang berlebihan menyebabkan kerusakan pada mata, kelelahan pada tangan dan anggota tubuh lain, bahkan obesitas karena kurang gerak. Kelelahan terus menerus (fatigue) akibat fokus game online serta obesitas, dapat menyebabkan penyakit lain yang berujung ke kematian.

"Tidak berdampak langsung memang, tapi akibat yang ditimbulkan ini bisa berujung pada kematian. Dampaknya memang tidak langsung menyasar pada otak seperti narkoba, tidak akan sakau. Hanya secara kesehatan mental ya terganggu. Kepribadian dan mood utamanya," katanya.

Shinta menuturkan, kecanduang game online sudah masuk dalam daftar penyakit kesehatan mental (DSM V). Akibat candu game online bisa menimbulkan potensi agresif yang tinggi karena otak terus menerus menerima rangsangan agresif.

"Penyimpangan ya itu memang potensi agresif menjadi tinggi karena terus menerus menerima rangsang agresif, impulsivitas (dorongan) juga menjadi lebih tinggi dan kesulitan dalam pengendalian diri, sehingga mudah melakukan tindakan-tindakan tertentu tanpa memikirkan akibatnya lebih jauh," pungkasnya.

(mhd)

Sumber berita : sindonews

loading...
alfa kiki
Editor: alfa kiki

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook


Jadwal Shalat

Polling

halo ka2 semua di Kabupaten Merauke kira - kira Apa yang dibutuhkan untuk menhindarkan anak-anak di Kab. Merauke dari bahasa mabuk Lem?

 Sosialisasi Bahaya menghisap Lem

 cara lain melalui Pendekatan yang bersifat persuasif

 Hukuman sosial yang menimbulkan efek Jera terhadap pengguna

Twitter Feed

Tag Berita

Hiburan Kesehatan Nasional Teknologi Pendidikan Seni & Budaya Sekitar Kita Wisata Hukum Film Daerah Internasional Bola Selebritis Tokoh Pojok Kampus Mop Papua Unik & Seru Vanessa Angel Prostitusi Online Tahun Kelulusan Syahrini Politik Merauke papua JNE Distrik Kampung Nduga Pilpres 2019 PUBG Games Samsung Sains Astronomi SNMPTN Oarfish Identity Leak Checker Reva Alexa KPK Humor sscasn.bkn.go.id Korupsi Papua samsung galaxy m20 BBM satu harga Ani Yudhoyono Daisy Momoland K pop Korea uninstall bukalapak Achmad Zaky pssi bella luna Lion Air Boven Digoel debat pilpres 2019 unicorn denda adat foxtrot six Jayapura swiss belhotel Dr Ulrich vivo v15 nuklir india pakistan Donald Trump Timika Dada Montok caleg eks koruptor moto gp 2021 sirkuit mandalika satelit nusantara satu space x Neno Warisman Mappi Huawei Mate X Huawei Gempa Hari Ini Sumatera Barat Solok Selatan Cinderella Escort Fela Hamza Bin Laden Amerika Kopi Sota The Wandering Earth Tanah Miring Manokwari Andi Arief Demokrat Pendaftaran UTBK Maudy Ayunda Wamena Cerutu Wamena Amazon Jeff Bezos Nyepi PKH Captain Marvel dota 2 Hero Mars Tribratanews Olga Ladyzhenskaya Distrik Muting Distrik Sota KKSB Ikan Arwana Kali Wanggo Aplikasi Oke Sayur UGM Luna Maya Faisal Nasimuddin Rekrutmen Bersama BUMN Papua Nugini Virus Medusa Yonmek 521 DY Perbatasan RI PNG Distrik Ulilin Siti Aisyah Malaysia Cutton Bud Yance Masita Oppo F11 RSJ Makassar Caleg Stres ITDC Prabowo Marah Marah lk21 indoxxi Distrik Kawagit Keracunan Makanan Lampu Satu Facebook Instagram KKB Badai Matahari Romahormuziy OTT KPK New Zealand Brenton Tarrant Kriminal Banjir Sentani Jayapura Alan Walker On My Way Lirik Lagu Redmi Note 7 Selandia Baru Huawei P30 Pro Pupuk Subsidi Calon Pendeta Dibunuh Melindawati Zidoni Distrik Jagebob

Kalender Agenda

Bergabung Menjadi Journalis Izakod News Tanggal: 20 Januari 2019
Lokasi : merauke

Galeri Foto