mengusut perkara yang menewaskan warga papua akibat tembakan polisi

Oleh: alfa kiki Merauke | Sabtu, 08 Juni 2019 - 22:07:03 WIB | dibaca: 229 pembaca

mengusut perkara yang menewaskan warga papua akibat tembakan polisi

ilustrasi pistol ( tirto.id/alfian putra abdi/abdul aziz )

Berita izakodnews yang di kutip dari tirto.id - Seorang warga Papua bernama Yohanes Okto Maiwend meninggal dunia setelah ditembak anggota kepolisian, pada Selasa (4/6/2019). Informasi ini dituturkan aktivis hak asasi manusia dari LSM Perkumpulan Advokat HAM (Paham) Papua, Yohanis Mambrasar. Yohanis mengatakan, insiden penembakan tersebut terjadi pada 4 Juni 2019, sekitar pukul 00.30 waktu setempat.

Ketika itu Okto bersama dua kawannya mendatangi salah satu cafe yang terletak di Kampung Wogekel-Wanam, distrik Iyawab, Merauke, Papua. Mereka yang dalam kondisi pengaruh alkohol hendak membeli nasi bungkus di lokasi tersebut. “Tiba di cafe korban masuk ke dalam, di sana ada dua orang anggota polisi yang juga dalam kondisi mabuk.

Tiba-tiba terjadi pertengkaran,” kata Yohanis dalam keterangan tertulis yang diterima Tirto, Jumat (7/6/2019). Menurut Yohanis, salah satu anggota kepolisian yang bersitegang, menampar dan mendorong Okto keluar cafe sembari memukul dengan popor senjata api miliknya. Kejadian tersebut sempat dilerai oleh kedua teman Okto. “Keduanya [teman Okto] berupaya untuk mendamaikan keduanya dengan mengatakan pada pelaku untuk tidak boleh memukul korban dan korban akan dibawa pulang,” kata dia. Kemudian, lanjut Yohanis, datanglah dua orang lainnya. Dari keterangan Yohanis, mereka berdua adalah anak pemilik cafe yang datang dan langsung mengeroyok Okto. “Di saat itu juga pelaku menembak korban sebanyak dua kali. Korban pun jatuh dan meninggal,” ujarnya.
 

Mengecam tindakan okto

    Tindakan tersebut dikecam sejumlah aktivis ham, salah satunya Yohanis. Sebab, ia menilai penembakan hingga menewaskan Okto, merupakan perbuatan yang merendahkan martabat kemanusiaan, sekaligus menunjukan sikap arogansi kepolisian. Apalagi kasus yang menewaskan Okto bukan penembakan pertama yang dilakukan aparat. “Entah apa yang memotivasi lahirnya tindakan-tindakan tidak manusiawi ini,” kata Yohanis.

Karena itu, Yohanis meminta Polda Papua untuk memberikan sanksi tegas bagi anggotanya yang menjadi penembak Okto. Ia mendesak pelaku penembakan diberhentikan dari Polri dan diproses sesuai dengan hukum secara adil. Hal senada diungkapkan pengamat kepolisian dari Institut for Security and Strategic Studies (ISeSS) Bambang Rukminto. Ia tidak membenarkan sikap anggota kepolisian yang melakukan penembakan terhadap Okto, terlebih sampai meninggal dunia. “Kalau mabuk di ruang publik saja melanggar etika.

Kalau menembak sampai menghilangkan nyawa seseorang tanpa ada hal yang diperkenankan oleh hukum, ya jelas pidana,” kata dia saat dihubungi reporter Tirto, Sabtu (8/6/2019). Bambang juga mengatakan sudah ada peraturan dan standar operasional (SOP) dari kepolisian tentang penggunaan senjata oleh anggotanya. Kasus penembakan Okto, kata dia, jelas-jelas melanggar SOP yang berlaku. “Tinggal sekarang adalah penegakan hukumnya bagi anggota polisi yang melanggar. Jangan sampai malah hilang [kasusnya tidak selesai], sehingga membuat masyarakat kecewa,” kata Bambang
 

Respon polda papua

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal membenarkan kasus penembakan anggota polisi terhadap Yohanes Okto Moiwend yang berujung tewas. Menurut Ahmad, baik pelaku dan korban sama-sama dalam pengaruh alkohol. “Mereka sama-sama minum, cekcok mulut berujung kontra fisik dan keluar tembakan,” ujar Ahmad saat dikonfirmasi reporter Tirto, Jumat (7/6/2019). Ahmad mengklaim saat ini institusinya sedang mendalami kasus tersebut dengan membentuk tim khusus. “Kami sudah bentuk tim Dirkrimum, Dir Intel dan Kabid Propam untuk ungkap kasus tersebut. Anggota Polri dan senpi sudah diamankan di Polres. Dan Kapolda akan tindak secara profesional, tim saat ini masih di distrik,” kata dia. 

sumber berita : tirto.id

 

loading...
alfa kiki
Editor: alfa kiki

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook


Jadwal Shalat

Polling

halo ka2 semua di Kabupaten Merauke kira - kira Apa yang dibutuhkan untuk menhindarkan anak-anak di Kab. Merauke dari bahasa mabuk Lem?

 Sosialisasi Bahaya menghisap Lem

 cara lain melalui Pendekatan yang bersifat persuasif

 Hukuman sosial yang menimbulkan efek Jera terhadap pengguna

Twitter Feed

Tag Berita

Hiburan Kesehatan Nasional Teknologi Pendidikan Seni & Budaya Sekitar Kita Wisata Hukum Film Daerah Internasional Bola Selebritis Tokoh Pojok Kampus Mop Papua Unik & Seru Vanessa Angel Prostitusi Online Tahun Kelulusan Syahrini Politik Merauke papua JNE Distrik Kampung Nduga Pilpres 2019 PUBG Games Samsung Sains Astronomi SNMPTN Oarfish Identity Leak Checker Reva Alexa KPK Humor sscasn.bkn.go.id Korupsi Papua samsung galaxy m20 BBM satu harga Ani Yudhoyono Daisy Momoland K pop Korea uninstall bukalapak Achmad Zaky pssi bella luna Lion Air Boven Digoel debat pilpres 2019 unicorn denda adat foxtrot six Jayapura swiss belhotel Dr Ulrich vivo v15 nuklir india pakistan Donald Trump Timika Dada Montok caleg eks koruptor moto gp 2021 sirkuit mandalika satelit nusantara satu space x Neno Warisman Mappi Huawei Mate X Huawei Gempa Hari Ini Sumatera Barat Solok Selatan Cinderella Escort Fela Hamza Bin Laden Amerika Kopi Sota The Wandering Earth Tanah Miring Manokwari Andi Arief Demokrat Pendaftaran UTBK Maudy Ayunda Wamena Cerutu Wamena Amazon Jeff Bezos Nyepi PKH Captain Marvel dota 2 Hero Mars Tribratanews Olga Ladyzhenskaya Distrik Muting Distrik Sota KKSB Ikan Arwana Kali Wanggo Aplikasi Oke Sayur UGM Luna Maya Faisal Nasimuddin Rekrutmen Bersama BUMN Papua Nugini Virus Medusa Yonmek 521 DY Perbatasan RI PNG Distrik Ulilin Siti Aisyah Malaysia Cutton Bud Yance Masita Oppo F11 RSJ Makassar Caleg Stres ITDC Prabowo Marah Marah lk21 indoxxi Distrik Kawagit Keracunan Makanan Lampu Satu Facebook Instagram KKB Badai Matahari Romahormuziy OTT KPK New Zealand Brenton Tarrant Kriminal Banjir Sentani Jayapura Alan Walker On My Way Lirik Lagu Redmi Note 7 Selandia Baru Huawei P30 Pro Pupuk Subsidi Calon Pendeta Dibunuh Melindawati Zidoni Distrik Jagebob

Kalender Agenda

Bergabung Menjadi Journalis Izakod News Tanggal: 20 Januari 2019
Lokasi : merauke

Galeri Foto