Tim SAR masih terus mencari helikopter TNI yang hilang kontak di papua

Oleh: alfa kiki Papua | Sabtu, 29 Juni 2019 - 20:53:32 WIB | dibaca: 27 pembaca

Tim SAR masih terus mencari helikopter TNI yang hilang kontak di papua

Ilustrasi helikopter MI-17 (liputan6 )

Berita izakodnews yang di kutip dari Liputan6, Jakarta - Tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI, Polres Pegunungan Bintang, Basarnas Provinsi Papua dan sukarelawan masyarakat masih terus lakukan pencarian terhadap helikopter milik Penerbad TNI AD jenis MI-17V5 dengan callsign HA5138 yang dilaporkan hilang kontak sejak Jumat, 28 Juni 2019 kemarin. Kapendam XVII/Cendrawasi Kolonel Inf M. Aidi menyampaikan, pesawat hilang kontak di sekitar wilayah Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

"Hari ini 29 Juni 2019, upaya pencarian (masih) dilaksanakan baik melalui jalur darat, maupun jalur udara. Untuk jalur udara TNI telah mengerahkan dua unit helikopter Bell 412 milik Penerbad TNI AD dan pesawat CN235 milik TNI AU. Sedangkan jalur darat telah dikerahkan satu SSK personel SAR gabungan terdiri dari unsur TNI, Polres Pegunungan Bintang, Basarnas Provinsi Papua dan sukarelawan masyarakat," Kata M. Aidi melalui keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com di Jakarta, Sabtu (29/6/2019).

Aidi mengungkapkan, selama pencarian di lapangan, Tim SAR gabungan terkendala oleh cuaca. Terlebih bagi pencarian yang dilakukan melalui jalur udara.

Sebagai informasi, wilayah Oksibil saat ini senantiasa ditutupi oleh kabut tebal. Menurut keterangan Aidi, pandangan di daerah tersebut begitu terbatas.

"Visibility yang sangat rendah hanya berkisar antara 10 hingga 50 meter, tentunya sangat membahayakan penerbangan. Hal ini menyebabkan pencarian lewat jalur udara untuk hari ini tidak dapat dilaksanakan secara maksimal," ungkap Aidi.

Semisal dengan jalur udara, jalur darat pun tak jauh beda. Menurut Aidi, Tim SAR dalam melakukan pencarian jalur darat terkendala oleh medan. Menurutnya, kontur medan di sana begitu terjal dan lebat dengan hutan. Terlebih lagi infrastruktur di sana juga amat terbatas.

"Sebagian besar antara satu daerah dengan daerah yang lain tidak terhubung dengan ruas jalan kendaraan darat. Sehingga hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki melalui jalan setapak atau menerobos hutan belantara," katanya.

Ditambah lagi, sulit untuk mendapatkan sinyal alat komunikasi di wilayah Pegunungan Bintang. Hal ini menurut Aidi semakin menyulitkan pencarian tersebut.

"Hal tersebut tentunya menghambat komunikasi dan informasi dari masyarakat," tambahnya.

Imbuan kepada Masyarakat

Karena sulitnya pencarian, Aidi mengandalakan pula informasi dari masyarakat, terutama yang tinggal di lokasi Pegunungan Bintang. Dirinya mengimbu masyarakat di sekira sana supaya segera melaporkan kepada pihak TNI bilamana mendapati tanda-tanda lokasi helikopter.

"Kami mengimbau kepada seluruh warga khususnya di sekitar lokasi wilayah Pegunungan Bintang, bila mendapatkan keterangan tentang kedudukan pesawat tersebut, atau ada warga yang melihat, mendengar indikasi kedudukan pesawat tersebut dapat menghubungi posko TNI di Koramil Oksibil atau di Base Ops Silas Papare Sentani Jayapura, atau dapat menghubungi nomor 08129625704," katanya.

Selain itu, Aidi juga mengimbu supaya masyarakat menghindari untuk memproduksi informasi bohong terkait peristiwa hilangnya helikopter tersebut.

"Namun demikian kami menghimbau juga agar warga menghindari membuat informasi-informasi menyesatkan di media sosial yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya," tutup Aidi.

Helikopter Hilang Kontak

Sebelumnya, Helikopter MI-17 dengan nomor registrasi HA-5138 milik Penerbangan TNI AD (Penerbad) masih hilang kontak di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang. Sesuai hasil komunikasi Lanud Silas Papare dengan Tower Oksibil atas nama Dita dilaporkan bahwa kontak terakhir helikopter MI pada pukul 11.49 WIT atau 5 menit dari tower bandara dengan ketinggian 7800 feet, 6 NM ke arah utara.

Juru bicara SAR Jayapura, Yadi menyebutkan hingga kini tim SAR belum mengetahui posisi koordinat hilangnya helikopter yang membawa 12 personel TNI AD itu. Helikopter MI-17 diterbangkan oleh pilot Kapten CPN Aris dengan misi pendistribusian logistik yang muatannya seberat 2.046 Kg, serta 200 liter avtur.

Ke-12 orang yang berada di dalam helikopter itu adalah Kapten CPN Bamban sebagai flight engineering, Kapten CPN Aris sebagai pilot, Serka Suriatna (T/I), Lettu CPN Ahwar sebagai pilot, Pratu Asharul sebagai mekanik, Praka Dwi Pur sebagai Mekanik, dan Serda Dita Ilham (Avionic).

Kemudian 5 orang personel Satgas Yonif 725/Wrg yakni Serda Ikrar Setya Nainggolan, Danru; Pratu Yaniarius Loe (Taban SO), Pratus Risno (Tabakpan 1/GLM), Prada Sujono Kaimudin (Tabakpan 2), dan Prada Tegar Hadi Sentana (Tabakpan 4).

Yadi menyebutkan untuk mencari informasi detail terkait hilang kontaknya helikopter MI-17 ini, esok hari akan dikirimkan 10 orang tim SAR dari Jayapura ke Oksibil.

"Kami sudah memiliki 2 personel SAR di Oksibil dan nanti tinggal ikut bergabung di lokasi. Hingga kini koordinasi masih dilakukan bersama tim lainnya," jelasnya.

sumber berita : liputan6

loading...
alfa kiki
Editor: alfa kiki

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook


Jadwal Shalat

Polling

halo ka2 semua di Kabupaten Merauke kira - kira Apa yang dibutuhkan untuk menhindarkan anak-anak di Kab. Merauke dari bahasa mabuk Lem?

 Sosialisasi Bahaya menghisap Lem

 cara lain melalui Pendekatan yang bersifat persuasif

 Hukuman sosial yang menimbulkan efek Jera terhadap pengguna

Twitter Feed

Tag Berita

Hiburan Kesehatan Nasional Teknologi Pendidikan Seni & Budaya Sekitar Kita Wisata Hukum Film Daerah Internasional Bola Selebritis Tokoh Pojok Kampus Mop Papua Unik & Seru Vanessa Angel Prostitusi Online Tahun Kelulusan Syahrini Politik Merauke papua JNE Distrik Kampung Nduga Pilpres 2019 PUBG Games Samsung Sains Astronomi SNMPTN Oarfish Identity Leak Checker Reva Alexa KPK Humor sscasn.bkn.go.id Korupsi Papua samsung galaxy m20 BBM satu harga Ani Yudhoyono Daisy Momoland K pop Korea uninstall bukalapak Achmad Zaky pssi bella luna Lion Air Boven Digoel debat pilpres 2019 unicorn denda adat foxtrot six Jayapura swiss belhotel Dr Ulrich vivo v15 nuklir india pakistan Donald Trump Timika Dada Montok caleg eks koruptor moto gp 2021 sirkuit mandalika satelit nusantara satu space x Neno Warisman Mappi Huawei Mate X Huawei Gempa Hari Ini Sumatera Barat Solok Selatan Cinderella Escort Fela Hamza Bin Laden Amerika Kopi Sota The Wandering Earth Tanah Miring Manokwari Andi Arief Demokrat Pendaftaran UTBK Maudy Ayunda Wamena Cerutu Wamena Amazon Jeff Bezos Nyepi PKH Captain Marvel dota 2 Hero Mars Tribratanews Olga Ladyzhenskaya Distrik Muting Distrik Sota KKSB Ikan Arwana Kali Wanggo Aplikasi Oke Sayur UGM Luna Maya Faisal Nasimuddin Rekrutmen Bersama BUMN Papua Nugini Virus Medusa Yonmek 521 DY Perbatasan RI PNG Distrik Ulilin Siti Aisyah Malaysia Cutton Bud Yance Masita Oppo F11 RSJ Makassar Caleg Stres ITDC Prabowo Marah Marah lk21 indoxxi Distrik Kawagit Keracunan Makanan Lampu Satu Facebook Instagram KKB Badai Matahari Romahormuziy OTT KPK New Zealand Brenton Tarrant Kriminal Banjir Sentani Jayapura Alan Walker On My Way Lirik Lagu Redmi Note 7 Selandia Baru Huawei P30 Pro Pupuk Subsidi Calon Pendeta Dibunuh Melindawati Zidoni Distrik Jagebob

Kalender Agenda

Bergabung Menjadi Journalis Izakod News Tanggal: 20 Januari 2019
Lokasi : merauke

Galeri Foto