Pesawat Merpati Terjatuh di Papua 1 Dekade Lalu, 16 Orang Meninggal Dunia

Oleh: alfa kiki Papua | Jumat, 02 Agustus 2019 - 19:36:03 WIB | dibaca: 66 pembaca

Pesawat Merpati Terjatuh di Papua 1 Dekade Lalu, 16 Orang Meninggal Dunia

Pesawat Merpati Terjatuh Di Papua 1 Dekade Yang Lalu, 16 Orang Tewas ( liputan6 )

 - Bandar Udara Sentani, Jayapura, Papua, Minggu 2 Agustus 2009. Cuaca cerah mengiringi penerbangan Merpati MZ 9670 D jenis Twin Otter menuju Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Pesawat yang membawa 16 penumpang dan kru itu pun lepas landas sekitar pukul 10.15 WIT.

Tak lama mengudara, sekitar pukul 10.28 pesawat Merpati itu kehilangan kontak dengan menara pengawas di Bandara Sentani. Bahkan, ketika prediksi kedatangan sekitar pukul 11.05 WIT di Bandara Oksibil terlewati, pesawat itu tak kunjung tiba.

Kuat dugaan, cuaca buruk setelah pesawat mengudara membuat Merpati MZ 9670 D hilang di sekitar pegunungan Obipap. Sejumlah upaya pencarian dilakukan untuk menemukan pesawat yang membawa 11 penumpang dewasa, 2 bayi dan 3 orang kru itu.

Satu helikopter Kamov yang membawa 8 anggota tim SAR diterbangkan ke jalur penerbangan pesawat yang hilang. Sementara, 14 anggota tim SAR lainnya diangkut menggunakan pesawat Twin Otter Merpati. Namun, medan yang sulit serta terbatasnya peralatan membuat pencarian tak mudah dilakukan.

Selama pencarian, banyak kendala yang dihadapi tim SAR. Antara lain cuaca buruk yang selalu menaungi wilayah Oksibil. Diketahui, Oksibil merupakan salah satu dari tujuh kabupaten yang terletak di pedalaman Papua dan hanya dapat dijangkau dengan menggunakan pesawat berbadan kecil seperti Twin Otter.

Selama dua hari pencarian, hasilnya nihil. Padahal, bantuan tambahan berupa armada pesawat untuk menyisir hutan Oksibil juga sudah dikerahkan. Namun, misteri masih menyelimuti hilangnya pesawat itu.

Akhirnya, Selasa 4 Agustus 2009, sekitar pukul 06.25 WIT misteri itu terungkap. Pesawat Merpati nahas itu ditemukan pilot Eric Douglas yang menerbangkan pesawat Cessna OK-RCY milik Aviation Missionaries Association (AMA). Pesawat ini tergabung dalam tim SAR gabungan di bawah komando Danlanud Sentani, Jayapura.

Pihak Merpati yang mengetahui kabar itu langsung menuju lokasi jatuhnya pesawat di Kampung Ampisibil atau beberapa mil dari Bandara Oksibil. Berdasarkan hasil temuan, Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) Bambang Bhakti menyampaikan, bahwa semua penumpang dan awak pesawat Merpati MZ 9670 D tewas.

"Semua penumpang dan awak pesawat dipastikan tewas akibat kecelakaan pesawat Twin Otter Merpati. Hal ini kami ketahui dari Tim Darat dan warga masyarakat Abmisibil yang sudah berada di lokasi jatuhnya pesawat tersebut," ujar Bambang.

Pesawat nahas itu ditemukan pada koordinat 04-42,25 LS dan 140-36,84 BT. Lokasi ini berada pada jarak 3 nautikal mil dari Ambisibil dengan ketinggian 9.300 kaki di atas permukaan laut. Sedangkan dari Oksibil berjarak 20 nautika mil.

 

Faktor Cuaca atau Pilot?

Sementara itu, menanggapi dugaan bahwa pesawat tidak laik terbang, Direktur Utama Engine Engineering PT Merpati Nusantara Capt Hotlan Siagian menyatakan pesawat masih dalam kondisi baik dan layak terbang. Dia juga membantah bahwa penyebab kecelakaan tersebut karena kondisi pesawat yang tidak laik terbang.

Menurutnya, PT Merpati selalu melakukan perawatan secara berkala untuk memastikan pesawat berada dalam kondisi terbaik.

"Perawatan itu selalu dilakukan. Bahkan, beberapa waktu lalu sudah di-upgrade komponennya," ujar Hotlan.

Untuk penerbangan perintis di Papua, PT Merpati memiliki lima buah pesawat berjenis Twin Otter. Dengan kejadian ini, maka seluruh pesawat produksi tahun 1979 yang sudah berusia 30 tahun tersebut tinggal menyisakan empat buah pesawat.

Menurut Hotlan, pesawat jenis Twin Otter di Papua rata-rata terbang sampai lima kali sehari. Dengan demikian, maka dalam sehari Merpati melayani 20 sampai 25 rute penerbangan.

"Permintaan terbang untuk kawasan Papua memang cukup tinggi," jelas dia.

Sementara itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Indonesia yang melakukan investigasi terhadap penyebab kecelakaan membuat kesimpulan yang menyatakan penyebab kecelakaan kemungkinan karena kesalahan pilot.

Dalam laporannya, Merpati Nusantara Airlines disebutkan tidak sepenuhnya bekerja sama dengan KNKT karena mereka tidak memberikan rincian lengkap kepada penyidik tentang pemeriksaan keadaan awak pesawat dan pelatihan yang telah dilakukan.

Berdasarkan manifes yang dimiliki PT Merpati Nusantara, jumlah penumpang pada pesawat Twin Otter tersebut 16 orang, terdiri dari tiga awak, 13 penumpang dewasa dan 2 orang balita.

Awak:

1. Kapten Qadrianova (pilot)

2. Pramudya (kopilot)

3. Supriadi (teknisi)

Penumpang:

1. Yacob

2. Simon

3. Nutulo

4. Yanes

5. Lauren

6. Yohanes

7. Martina

8. Edy

9. Basilus

10. Oliver

11. Yustinus

12. Nelvina

13. Tidak diketahui

Sumber berita : liputan6

loading...
alfa kiki
Editor: alfa kiki

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook


Jadwal Shalat

Polling

halo ka2 semua di Kabupaten Merauke kira - kira Apa yang dibutuhkan untuk menhindarkan anak-anak di Kab. Merauke dari bahasa mabuk Lem?

 Sosialisasi Bahaya menghisap Lem

 cara lain melalui Pendekatan yang bersifat persuasif

 Hukuman sosial yang menimbulkan efek Jera terhadap pengguna

Twitter Feed

Tag Berita

Hiburan Kesehatan Nasional Teknologi Pendidikan Seni & Budaya Sekitar Kita Wisata Hukum Film Daerah Internasional Bola Selebritis Tokoh Pojok Kampus Mop Papua Unik & Seru Vanessa Angel Prostitusi Online Tahun Kelulusan Syahrini Politik Merauke papua JNE Distrik Kampung Nduga Pilpres 2019 PUBG Games Samsung Sains Astronomi SNMPTN Oarfish Identity Leak Checker Reva Alexa KPK Humor sscasn.bkn.go.id Korupsi Papua samsung galaxy m20 BBM satu harga Ani Yudhoyono Daisy Momoland K pop Korea uninstall bukalapak Achmad Zaky pssi bella luna Lion Air Boven Digoel debat pilpres 2019 unicorn denda adat foxtrot six Jayapura swiss belhotel Dr Ulrich vivo v15 nuklir india pakistan Donald Trump Timika Dada Montok caleg eks koruptor moto gp 2021 sirkuit mandalika satelit nusantara satu space x Neno Warisman Mappi Huawei Mate X Huawei Gempa Hari Ini Sumatera Barat Solok Selatan Cinderella Escort Fela Hamza Bin Laden Amerika Kopi Sota The Wandering Earth Tanah Miring Manokwari Andi Arief Demokrat Pendaftaran UTBK Maudy Ayunda Wamena Cerutu Wamena Amazon Jeff Bezos Nyepi PKH Captain Marvel dota 2 Hero Mars Tribratanews Olga Ladyzhenskaya Distrik Muting Distrik Sota KKSB Ikan Arwana Kali Wanggo Aplikasi Oke Sayur UGM Luna Maya Faisal Nasimuddin Rekrutmen Bersama BUMN Papua Nugini Virus Medusa Yonmek 521 DY Perbatasan RI PNG Distrik Ulilin Siti Aisyah Malaysia Cutton Bud Yance Masita Oppo F11 RSJ Makassar Caleg Stres ITDC Prabowo Marah Marah lk21 indoxxi Distrik Kawagit Keracunan Makanan Lampu Satu Facebook Instagram KKB Badai Matahari Romahormuziy OTT KPK New Zealand Brenton Tarrant Kriminal Banjir Sentani Jayapura Alan Walker On My Way Lirik Lagu Redmi Note 7 Selandia Baru Huawei P30 Pro Pupuk Subsidi Calon Pendeta Dibunuh Melindawati Zidoni Distrik Jagebob

Kalender Agenda

Bergabung Menjadi Journalis Izakod News Tanggal: 20 Januari 2019
Lokasi : merauke

Galeri Foto