Eksistensi Noken Bergantung Pada Hutan Yang Ada Di Papua

Oleh: alfa kiki Daerah | Sabtu, 03 Agustus 2019 - 20:12:16 WIB | dibaca: 315 pembaca

Eksistensi Noken Bergantung Pada Hutan Yang Ada Di Papua

Noken Anggrek Tas Tradisional Papua Yang Harganya selangit. ( liputan6/CEKTKP )

  Berbentuk persegi, super lebar, sampai menutupi hampir semua bagian atas badan, atau membentuk setengah lingkaran bak bulan sabit. Bagaimanapun bentuknya, noken sudah tak lagi bisa dipisahkan dari keseharian masyarakat Papua.

Tas serbaguna yang dianggap sebagai simbol perempaun Papua, kesuburan, kekeluargaan, ekonomi, kehidupan yang baik, perdamaian, dan identitas ini akan terus ada. Syaratnya, hutan tetap eksis dalam menyediakan bahan bakunya.

Serat kayu dan ada pula anggrek adalah bahan baku noken yang diambil dari hutan. "Bila hutan sudah tak punya pohon, otomatis serat kayu tak akan lagi didapat mama-mama untuk membuat noken," kata Direktur Program Eco Nusa Muhammad Farid di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 31 Juli 2019.

Dalam perlindungan hutan di Papua, kata Farid, upaya yang sangat mungkin ditempuh adalah bersinergi dengan ragam program pemerintah. Di samping itu, menjaga tutupan hutan jadi salah satu upaya esensial.

"Secara garis besar, Eco Nusa sedang membantu tutupan hutan Provinsi Papua Barat sampai 70 persen. Kami juga membuka pintu dengan berbagai pihak untuk tidak mengkonversi hutan di Papua Barat," tuturnya.

Dengan ekosistem yang masih kompleks, jelas Farid, hutan di Papua sangat bisa revegetasi secara alami. Peran satwa yang menyebarkan biji-bijian untuk kemudian menumbuhkan pohon jadi contoh yang disebutkan Farid.

Farid menyambung, membuat noken lebih dekat dengan masyarakat luas bisa dilakukan dengan cara menjadikannya sebagai pengganti kantong plastik. Ya, noken disarankan sebagai solusi untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

"Selain bentuknya yang bagus, noken juga bisa dimanfaatkan sebagai kantong belanja. Tinggal disesuaikan saja dengan ukuran yang diperlukan," ucapnya.

Seorang pengrajin noken, Merry Dogopia, bercerita noken dulunya memang tak bisa dibawa sembarang orang. Hanya orang ternama, punya kuasa, dan pihak-pihak berada saja yang membawa noken. Seiring waktu, tas ini jadi milik masyarakat lebih luas.

Dengan ragam bentuk dan warna, noken sendiri dibanderol mulai dari Rp100 ribu untuk yang berukuran kecil dan Rp3 juta untuk noken yang dibuat dari anggrek dipetik dari hutan.

 

sumber berita : liputan6

loading...
alfa kiki
Editor: alfa kiki

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook


Jadwal Shalat

Polling

halo ka2 semua di Kabupaten Merauke kira - kira Apa yang dibutuhkan untuk menhindarkan anak-anak di Kab. Merauke dari bahasa mabuk Lem?

 Sosialisasi Bahaya menghisap Lem

 cara lain melalui Pendekatan yang bersifat persuasif

 Hukuman sosial yang menimbulkan efek Jera terhadap pengguna

Twitter Feed

Tag Berita

Hiburan Kesehatan Nasional Teknologi Pendidikan Seni & Budaya Sekitar Kita Wisata Hukum Film Daerah Internasional Bola Selebritis Tokoh Pojok Kampus Mop Papua Unik & Seru Vanessa Angel Prostitusi Online Tahun Kelulusan Syahrini Politik Merauke papua JNE Distrik Kampung Nduga Pilpres 2019 PUBG Games Samsung Sains Astronomi SNMPTN Oarfish Identity Leak Checker Reva Alexa KPK Humor sscasn.bkn.go.id Korupsi Papua samsung galaxy m20 BBM satu harga Ani Yudhoyono Daisy Momoland K pop Korea uninstall bukalapak Achmad Zaky pssi bella luna Lion Air Boven Digoel debat pilpres 2019 unicorn denda adat foxtrot six Jayapura swiss belhotel Dr Ulrich vivo v15 nuklir india pakistan Donald Trump Timika Dada Montok caleg eks koruptor moto gp 2021 sirkuit mandalika satelit nusantara satu space x Neno Warisman Mappi Huawei Mate X Huawei Gempa Hari Ini Sumatera Barat Solok Selatan Cinderella Escort Fela Hamza Bin Laden Amerika Kopi Sota The Wandering Earth Tanah Miring Manokwari Andi Arief Demokrat Pendaftaran UTBK Maudy Ayunda Wamena Cerutu Wamena Amazon Jeff Bezos Nyepi PKH Captain Marvel dota 2 Hero Mars Tribratanews Olga Ladyzhenskaya Distrik Muting Distrik Sota KKSB Ikan Arwana Kali Wanggo Aplikasi Oke Sayur UGM Luna Maya Faisal Nasimuddin Rekrutmen Bersama BUMN Papua Nugini Virus Medusa Yonmek 521 DY Perbatasan RI PNG Distrik Ulilin Siti Aisyah Malaysia Cutton Bud Yance Masita Oppo F11 RSJ Makassar Caleg Stres ITDC Prabowo Marah Marah lk21 indoxxi Distrik Kawagit Keracunan Makanan Lampu Satu Facebook Instagram KKB Badai Matahari Romahormuziy OTT KPK New Zealand Brenton Tarrant Kriminal Banjir Sentani Jayapura Alan Walker On My Way Lirik Lagu Redmi Note 7 Selandia Baru Huawei P30 Pro Pupuk Subsidi Calon Pendeta Dibunuh Melindawati Zidoni Distrik Jagebob

Kalender Agenda

Bergabung Menjadi Journalis Izakod News Tanggal: 20 Januari 2019
Lokasi : merauke

Galeri Foto