Kisah Pria Yang Bernasip Mirip Bima KKN Desa Penari, Kawin Dengan Kuntilanak Hingga Mempunyai Anak

Oleh: alfa kiki Daerah | Selasa, 03 September 2019 - 20:28:49 WIB | dibaca: 451 pembaca

Kisah Pria Yang Bernasip Mirip Bima KKN Desa Penari, Kawin Dengan Kuntilanak Hingga Mempunyai Anak

Ilustrasi: kuntilanak ( tribun jateng )

Pada cerita KKN di Desa Penarim ada sosok Bima yang mengawini wanita penari yang ternyata siluman ular. Kali ini, ada pria kawin dengan kuntilanak.

 KKN di Desa Penari menceritakan kisah horor 6 mahasiswa yang sedang melaksanakan tugas akhir kuliah, masih viral di media sosial.

Dalam cerita KKN di Desa Penari, sekelompok mahasiswa bernasib tragis karena harus berurusan dengan makhluk halus.

Kisah 6 orang mahasiswa itu dikenal dengan sebutan KKN Desa Penari, yang ceritanya terungkap dari sebuah thread di Twitter.

Dari 6 orang mahasiswa itu, adalah Bima yang dikisahkan memiliki hubungan dengan makhluk halus.

Nasib Bima berujung tragis karena mengawini sesosok wanita penari yang ternyata bukanlah manusia melainkan siluman ular.

Cerita KKN Desa Penari ini belum dapat dipastikan keasliannya, meskipun sang penulis mengatakan ini adalah kisah nyata.

Benar terjadi

Tapi cerita serupa benar-benar terjadi di Desa Toblopo, Kecamatan Amanuban Barat, Soe, NTT.

Seorang pria bernama Simon Talan mengaku telah mengawini sesosok kuntilanak.

Bahkan Simon Talan memiliki 2 orang anak dari perkawinannya dengan kuntilanak.

Pengakuan Simon Talan itu disampaikan oleh putranya sendiri, Oma Talan.

"Selasa malam itu bapa menginap di rumah saya usai keluar dari rumah sakit karena mengalami kejang-kejang usai mabuk berat pada Minggu (25/8/2019) hingga Senin pagi.

Saat berada di rumah saya, bapak mengaku kalau dia sudah kawin dengan kuntilanak dan punya anak. Si kuntilanak ini meminta tumbal dari anggota keluarga kami.

Tetapi bapak menolak dan menjadikan dirinya sebagai tumbal," ungkap Oma kepada pos kupang. com.

Sebelum tiba-tiba menghilang pada Rabu pagi lanjut Oma, pada Selasa malam Simon sudah meminta untuk pulang kembali ke rumahnya di tepi Embung Toblopo.

Simon Talan bahkan sempat merobek-robek sarung bantal dan memaksa untuk pulang.

Karena khawatir melihat sikap sang ayah, Oma memutuskan untuk memanggil pendoa, untuk mendoakan sang ayah.

Karena jika tidak sesuatu yang buruk akan terjadi pada sang ayah.

Akhirnya, Rabu pagi sekitar pukul 05.30 WITA Oma dan sang suami mengantarkan Simon kembali ke rumahnya.

Setiba di rumah, Simon sempat duduk sebentar di dalam rumah sebelum keluar kembali untuk memanjat pohon kelapa untuk diambil buahnya.

Saat keluar dari rumah, Simon melihat pancing miliknya, bukannya pergi memanjat pohon kelapa, ia justru pergi memancing ikan di Embung.

Simon masih menunjukkan gelagat yang wajar, tapi ternyata hari itu adalah puncak dari perjanjiannya dengan si kuntilanak. 

Diduga Simon Talan melakukan aksi bunuh diri di Embung Toblopo.

Simon Talan ditemukan tewas mengambang di Embung Toblopo, Soe, NTT.

Dikatakan Oma, sebelum korban tenggelam di Embung Toblopo pada Rabu (28/8/2019), "Saat bapa duduk pancing di pinggir Embung itu saya juga ada sementara cuci pakaian kotor milik bapa.

Bapa masih tanya saya cuci apa dan saya masih sempat jawab.

Saat saya naik ke rumah untuk siap makan siang, tiba-tiba bapa sudah tidak ada lagi di tepi Embung," tutur Oma.

Oma bersama keluarga sudah sempat berkeliling mencari korban kehutan, kebun dan rumah tetangga namun tidak menemukan keberadaan korban.

Awalnya, Oma dan keluarga tak menduga kalau korban tenggelam di Embung karena korban diketahui pandai berenang.

Namun, saat tas plastik sirih pinang korban terlihat mengapung di atas permukaan Embung, Oma dan keluarga menduga jika korban tenggelam di dalam Embung.

"Kami sudah cari keliling bapa tapi tidak ketemu. Ternyata bapa tenggelam di embung," ceritanya.

Dilansir dari pos kupang.com, proses pencairan korban di Embung Toblopo menarik perhatian masyarakat.

Sekitar 100 orang masyarakat desa Toblopo nampak duduk di tepi Embung untuk menyaksikan proses evakuasi korban.

Begitu jenazah korban terlihat, tangis histeris keluarga korban langsung pecah.

Jenazah korban yang sudah mulai kaku lalu di angkat dari air dan dibawa ke rumah duka.

Keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi dan menerima kematian korban sebagai musibah.

Jenazah korban rencananya akan dimakamkan di samping jenazah sang cucu sesuai permintaan korban sebelum meninggal.

Hal itu dimaksudkan agar keluarga korban bisa sering melihat makamnya.(*Grid)

 

sumber berita : tribun jateng

loading...
alfa kiki
Editor: alfa kiki

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook


Jadwal Shalat

Polling

halo ka2 semua di Kabupaten Merauke kira - kira Apa yang dibutuhkan untuk menhindarkan anak-anak di Kab. Merauke dari bahasa mabuk Lem?

 Sosialisasi Bahaya menghisap Lem

 cara lain melalui Pendekatan yang bersifat persuasif

 Hukuman sosial yang menimbulkan efek Jera terhadap pengguna

Twitter Feed

Tag Berita

Hiburan Kesehatan Nasional Teknologi Pendidikan Seni & Budaya Sekitar Kita Wisata Hukum Film Daerah Internasional Bola Selebritis Tokoh Pojok Kampus Mop Papua Unik & Seru Vanessa Angel Prostitusi Online Tahun Kelulusan Syahrini Politik Merauke papua JNE Distrik Kampung Nduga Pilpres 2019 PUBG Games Samsung Sains Astronomi SNMPTN Oarfish Identity Leak Checker Reva Alexa KPK Humor sscasn.bkn.go.id Korupsi Papua samsung galaxy m20 BBM satu harga Ani Yudhoyono Daisy Momoland K pop Korea uninstall bukalapak Achmad Zaky pssi bella luna Lion Air Boven Digoel debat pilpres 2019 unicorn denda adat foxtrot six Jayapura swiss belhotel Dr Ulrich vivo v15 nuklir india pakistan Donald Trump Timika Dada Montok caleg eks koruptor moto gp 2021 sirkuit mandalika satelit nusantara satu space x Neno Warisman Mappi Huawei Mate X Huawei Gempa Hari Ini Sumatera Barat Solok Selatan Cinderella Escort Fela Hamza Bin Laden Amerika Kopi Sota The Wandering Earth Tanah Miring Manokwari Andi Arief Demokrat Pendaftaran UTBK Maudy Ayunda Wamena Cerutu Wamena Amazon Jeff Bezos Nyepi PKH Captain Marvel dota 2 Hero Mars Tribratanews Olga Ladyzhenskaya Distrik Muting Distrik Sota KKSB Ikan Arwana Kali Wanggo Aplikasi Oke Sayur UGM Luna Maya Faisal Nasimuddin Rekrutmen Bersama BUMN Papua Nugini Virus Medusa Yonmek 521 DY Perbatasan RI PNG Distrik Ulilin Siti Aisyah Malaysia Cutton Bud Yance Masita Oppo F11 RSJ Makassar Caleg Stres ITDC Prabowo Marah Marah lk21 indoxxi Distrik Kawagit Keracunan Makanan Lampu Satu Facebook Instagram KKB Badai Matahari Romahormuziy OTT KPK New Zealand Brenton Tarrant Kriminal Banjir Sentani Jayapura Alan Walker On My Way Lirik Lagu Redmi Note 7 Selandia Baru Huawei P30 Pro Pupuk Subsidi Calon Pendeta Dibunuh Melindawati Zidoni Distrik Jagebob

Kalender Agenda

Bergabung Menjadi Journalis Izakod News Tanggal: 20 Januari 2019
Lokasi : merauke

Galeri Foto