Berikut Kesaksian Warga: Perusuh Bukanlah Penduduk Dari Wamena

Oleh: alfa kiki Daerah | Kamis, 03 Oktober 2019 - 19:45:56 WIB | dibaca: 132 pembaca

Berikut Kesaksian Warga: Perusuh Bukanlah Penduduk Dari Wamena

warga mengungsi di mapolres jayawijaya saat terjadi kerusuhan diwamena, jayawijaya, papua, 23 september 2019, ( cnn indonesia/antara foto/marlus wonyewun )

Berita Izakodnews yang di kutip dari  CNN Indonesia -- Warga wamena  menduga para pelaku kerusuhan yang terjadi di ibu kota Kabupaten jayawijaya, papua pada Senin (23/9) berasal dari luar wilayah tersebut.

"Kami menduga pelaku kerusuhan bukan warga asli Wamena melainkan dari wilayah di sekitarnya. Dan, itu juga diungkapkan pengungsi yang diselamatkan tetangga mereka dengan menyembunyikannya di dalam rumah," kata Fuad, salah satu pengungsi yang selamat dari aksi rusuh yang menewaskan 32 warga tersebut, Rabu (2/10) seperti dilansir Antara.

Fuad yang berprofesi sebagai tukang ojek itu pun mengaku bisa selamat dari kerusuhan karena bantuan tetangganya yang merupakan warga asli Wamena.

Tetangga Fuad itu lantas menyuruhnya bersembunyi di dalam rumah kontrakan. Fuad bersama istri dan anak bersembunyi di rumah tetangga tersebut hingga aparat keamanan datang dan mengevakuasi mereka ke Polres Jayawijaya di Wamena.

Fuad mengaku curiga pelaku kerusuhan bukan warga Wamena karena banyak di antara mereka yang terlihat berseragam sekolah, namun tidak muat. Selain itu, sambungnya, terlihat wajah perusuh itu beberapa berjanggut lebat alias brewok.

"Masa anak sekolah berjenggot," ungkap lelaki asal Pasuruan yang mengaku sudah hampir 20 tahun di Wamena tersebut.

Hal senada juga di ungkapkan Samsuri yang juga diselamatkan warga asli Wamena sehingga dirinya beserta anak dan istri yang sedang hamil selamat.

"Tanpa bantuan tetangga, kami tidak tahu lagi nasib karena rumah kost juga dibakar perusuh," kata Samsuri.

Ismail yang berprofesi sebagai tukang pijat pun mengaku dirinya bersama 300 pengungsi berhasil selamat karena diamankan warga asli Wamena di dalam gereja Baptis di Pikey.

"Dari penuturan warga yang mengamankan kami terungkap para pelaku berasal dari berbagai wilayah yang berada di luar Wamena," kata Ismail seraya menyebutkan beberapa kota di kawasan pegunungan tengah.

Warga yang menyelamatkan mereka mengaku para pelaku bukan warga asli Wamena, dan itu memang benar setelah melihat para perusuh yang berjaga-jaga di luar gereja saat dievakuasi Senin malam.

Kemarin, Panglima Daerah Militer XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal Herman Asaribab mengunjungi Wamena untuk meninjau langsung, sekaligus meredam hoaks di tengah masyarakat yang bisa memicu gejolak lanjutan. Ia datang bersama para Ketua Komunitas suku Nusantara. Dalam kunjungannya Herman mengajak agar masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi peristiwa dan berita bohong atau hoaks yang terjadi di Papua.

Herman menjelaskan kunjungan ini sekalian dilakukan untuk mengendalikan situasi keamanan di Papua agar kehidupan masyarakat tetap berjalan dengan baik. Oleh karena itu ia meminta kepada masyarakat bisa mempercayakan kasus yang dihadapi Papua kepada pemerintah. Pada akhirnya Putra asli Papua itu juga berharap kepada masyarakat untuk turut menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.

"Mengenai masalah evakuasi agar Bapak/Ibu percayakan kepada aparat karena penerbangan tersebut ada aturannya dan yang tahu muatan pesawat tersebut adalah aparat penerbangan," tutur dia dalam keterangan pers yang diterima kemarin.

Sebelumnya, kerusuhan yang terjadi di Wamena pada Senin (23/9) menyebabkan 32 orang meninggal, 67 orang luka-luka dan raturan rumah, ruko, serta kantor pemerintahan dibakar dan dirusak massa, termasuk kendaraan roda empat dan roda dua.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengungkapkan setidaknya 3.000 penduduk Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, masih mengungsi ke Jayapura dampak kerusuhan di wilayah mereka.

Titik-titik penampungan yang dipakai untuk mengungsi di Jayapura antara lain adalah gedung Mapolres, Komando Distrik Militer, dan beberapa rumah ibadah setempat.

Polda Papua pun menggelar pemulihan trauma kepada anak-anak. Salah satunya di halaman SD YPPK Santo Stevanus, Kampung Wouma, Wamena. Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal di Kota Jayapura, Rabu malam mengatakan kegiatan pemulihan trauma itu dilakukan kepada anak-anak yang terdampak kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, pada Senin pekan lalu.

"Tim Trauma Healing Polda Papua melaksanakan kegiatan pemulihan trauma atau trauma healing kepada anak-anak yang menjadi korban kerusuhan di Kabupaten Jayawijaya, Wamena," katanya.

"Kegiatan ini diikuti sekitar 100 orang anak-anak yang berdomisili di Kampung Wouma Wamena dan kedatangan Tim Trauma Healing Polda Papua disambut hangat oleh anak-anak dan banyak permainan yang disuguhkan mulai dari bernyanyi, mendongeng, menggambar dan mewarnai serta pembagian bingkisan," sambungnya.

Salah satu warga, Yosephina Molama, mengaku situasi belum nyaman dan merasa tidak tenang untuk beraktivitas, namun setelah tim dari Polda datang, rasa aman dan nyaman mulai terlihat.

"Kami sekarang dapat menjalankan aktivitas seperti biasa karena tidak takut lagi berkat kehadiran Tim Polda Papua dan Polres Jayawijaya. Kami bisa pergi berkebun dan anak-anak bisa pergi bersekolah," katanya.

"Kami berharap dengan kegiatan yang singkat ini anak-anak dapat kembali bersekolah, dan semangat untuk menikmati keadaan lingkungan sekitarnya dengan bermain tanpa ada rasa takut dengan kejadian yang sudah terjadi," katanya.

 

sumber berita : Cnn Indonesia

loading...
alfa kiki
Editor: alfa kiki

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook


Jadwal Shalat

Polling

halo ka2 semua di Kabupaten Merauke kira - kira Apa yang dibutuhkan untuk menhindarkan anak-anak di Kab. Merauke dari bahasa mabuk Lem?

 Sosialisasi Bahaya menghisap Lem

 cara lain melalui Pendekatan yang bersifat persuasif

 Hukuman sosial yang menimbulkan efek Jera terhadap pengguna

Twitter Feed

Tag Berita

Hiburan Kesehatan Nasional Teknologi Pendidikan Seni & Budaya Sekitar Kita Wisata Hukum Film Daerah Internasional Bola Selebritis Tokoh Pojok Kampus Mop Papua Unik & Seru Vanessa Angel Prostitusi Online Tahun Kelulusan Syahrini Politik Merauke papua JNE Distrik Kampung Nduga Pilpres 2019 PUBG Games Samsung Sains Astronomi SNMPTN Oarfish Identity Leak Checker Reva Alexa KPK Humor sscasn.bkn.go.id Korupsi Papua samsung galaxy m20 BBM satu harga Ani Yudhoyono Daisy Momoland K pop Korea uninstall bukalapak Achmad Zaky pssi bella luna Lion Air Boven Digoel debat pilpres 2019 unicorn denda adat foxtrot six Jayapura swiss belhotel Dr Ulrich vivo v15 nuklir india pakistan Donald Trump Timika Dada Montok caleg eks koruptor moto gp 2021 sirkuit mandalika satelit nusantara satu space x Neno Warisman Mappi Huawei Mate X Huawei Gempa Hari Ini Sumatera Barat Solok Selatan Cinderella Escort Fela Hamza Bin Laden Amerika Kopi Sota The Wandering Earth Tanah Miring Manokwari Andi Arief Demokrat Pendaftaran UTBK Maudy Ayunda Wamena Cerutu Wamena Amazon Jeff Bezos Nyepi PKH Captain Marvel dota 2 Hero Mars Tribratanews Olga Ladyzhenskaya Distrik Muting Distrik Sota KKSB Ikan Arwana Kali Wanggo Aplikasi Oke Sayur UGM Luna Maya Faisal Nasimuddin Rekrutmen Bersama BUMN Papua Nugini Virus Medusa Yonmek 521 DY Perbatasan RI PNG Distrik Ulilin Siti Aisyah Malaysia Cutton Bud Yance Masita Oppo F11 RSJ Makassar Caleg Stres ITDC Prabowo Marah Marah lk21 indoxxi Distrik Kawagit Keracunan Makanan Lampu Satu Facebook Instagram KKB Badai Matahari Romahormuziy OTT KPK New Zealand Brenton Tarrant Kriminal Banjir Sentani Jayapura Alan Walker On My Way Lirik Lagu Redmi Note 7 Selandia Baru Huawei P30 Pro Pupuk Subsidi Calon Pendeta Dibunuh Melindawati Zidoni Distrik Jagebob

Kalender Agenda

Bergabung Menjadi Journalis Izakod News Tanggal: 20 Januari 2019
Lokasi : merauke

Galeri Foto