Berikut 4 Alasan Dalam Pengurangan Cabor Pada PON Di Papua

Oleh: alfa kiki Olahraga | Jumat, 11 Oktober 2019 - 17:03:18 WIB | dibaca: 112 pembaca

Berikut 4 Alasan Dalam Pengurangan Cabor Pada PON Di Papua

Pelaksana Tugas ( plt ) Kepala Dinas Olahraga Dan Pemuda ( kadisorda ) Papua Elex Kapisa ( jubi/roy ratumakin )

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Kadisorda) Papua Alex Kapisa mengatakan ada empat alasan pengurangan cabang olahraga (Cabor) yang akan dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, 2020 mendatang.

“Awalnya ditetapkan  47 cabor yang dipertandingkan di PON Papua, namun dalam perjalanan, atas hasil pertemuan Pemrov Papua dengan Presiden Jokowi maka disepakati ada 37 cabor saja yang dipertandingkan,” kata Alex Kapisa dalam pemaparannya di kegiatan training meliput Popnas XV, Peparnas XV Jakarta dan PON XX Papua 2020 bagi jurnalis olah raga se Jayapura, Jumat (11/10/2019) di Jayapura.

Dikatakan, empat alasan tersebut diantaranya, kesiapan venue, olimpic sport, cabang olahraga multi iven, dan cabang olahraga yang menjadi unggulan tuan rumah.

“Jadi, hampir di setiap pagelaran PON selama ini, tuan rumah akan dikhususnya menentukan cabor mana saja yang akan menjadi potensi mendulang medali emas. Untuk di Papua, kita punya cabor atletik dan sepak bola yang kita yakin bisa menyumbangkan banyak medali emas,” ujarnya.

Kata Kapisa, sebelum penentuan 47 cabor menjadi 37 cabor, sebenarnya Gubernur Papua Lukas Enembe pada surat resminya ke Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan juga KONI Pusat menyatakan, untuk pelaksanaan PON di Papua hanya 34 cabor saja.

“Namun ada beberapa KONI daerah yang memprotes karena ada cabor-cabor yang menjadi unggulan mereka ditiadakan. Saya contohkan seperti KONI NTT dan KONI Sumatera. Kalau KONI NTT mengancam tidak akan mengikuti PON Papua kalau cabor Kempo. Ancaman yang sama juga dilakukan oleh KONI Sumatera kalau cabor Wushu,” katanya.

Untuk itu, kata Kapisa, pihaknya akhirnya melakukan komunikasi dengan KONI Pusat dan Menpora agar cabor-cabor yang sempat dihilangkan dimasukkan kembali untuk mengakomodir potensi medali bagi kontingen peserta iven empat tahunan tersebut.

Sebelumnya Gubernur Papua Lukas Enembe sempat meminta agar pelaksanaan PON diundur karena persiapan baru mencapai 50 persen. Namun permintaan itu ditolak oleh Presiden Joko Widodo.

“Sebenarnya kami sudah meminta ke Presiden untuk PON di Papua diundur karena persiapan kami baru 50 persen untuk semua venue. Namun pak Presiden tidak mau. Untuk cabor juga dikurangi dari 47 menjadi 37 cabor,” kata Enembe belum lama ini.

Dikatakan Gubernur, untuk PON nanti Presiden hanya menyetujui tiga klaster dan satu penyangga untuk pelaksanaan PON. Tiga klaster tersebut adalah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika serta satu kabupaten penyangga yaitu Kabupaten Keerom.

Gubernur Lukas menambahkan, untuk pengadaan peralatan PON yang sempat menjadi kendala, pemerintah Papua akan menganggarkan APBD Induk 2020 sebesar Rp400 Miliar ditambah Rp191 Miliar dari APBN melalui Kemenpora.

“Untuk pengadaan peralatan pertandingan, saya sudah percayakan kepada Ketua Komite Olimpiade Indonesia, Erick Tohir, karena dia sudah mempunyai pengalaman saat Asian Games lalu,” ujarnya.

 

sumber berita : jubi

loading...
alfa kiki
Editor: alfa kiki

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook


Jadwal Shalat

Polling

halo ka2 semua di Kabupaten Merauke kira - kira Apa yang dibutuhkan untuk menhindarkan anak-anak di Kab. Merauke dari bahasa mabuk Lem?

 Sosialisasi Bahaya menghisap Lem

 cara lain melalui Pendekatan yang bersifat persuasif

 Hukuman sosial yang menimbulkan efek Jera terhadap pengguna

Twitter Feed

Tag Berita

Hiburan Kesehatan Nasional Teknologi Pendidikan Seni & Budaya Sekitar Kita Wisata Hukum Film Daerah Internasional Bola Selebritis Tokoh Pojok Kampus Mop Papua Unik & Seru Vanessa Angel Prostitusi Online Tahun Kelulusan Syahrini Politik Merauke papua JNE Distrik Kampung Nduga Pilpres 2019 PUBG Games Samsung Sains Astronomi SNMPTN Oarfish Identity Leak Checker Reva Alexa KPK Humor sscasn.bkn.go.id Korupsi Papua samsung galaxy m20 BBM satu harga Ani Yudhoyono Daisy Momoland K pop Korea uninstall bukalapak Achmad Zaky pssi bella luna Lion Air Boven Digoel debat pilpres 2019 unicorn denda adat foxtrot six Jayapura swiss belhotel Dr Ulrich vivo v15 nuklir india pakistan Donald Trump Timika Dada Montok caleg eks koruptor moto gp 2021 sirkuit mandalika satelit nusantara satu space x Neno Warisman Mappi Huawei Mate X Huawei Gempa Hari Ini Sumatera Barat Solok Selatan Cinderella Escort Fela Hamza Bin Laden Amerika Kopi Sota The Wandering Earth Tanah Miring Manokwari Andi Arief Demokrat Pendaftaran UTBK Maudy Ayunda Wamena Cerutu Wamena Amazon Jeff Bezos Nyepi PKH Captain Marvel dota 2 Hero Mars Tribratanews Olga Ladyzhenskaya Distrik Muting Distrik Sota KKSB Ikan Arwana Kali Wanggo Aplikasi Oke Sayur UGM Luna Maya Faisal Nasimuddin Rekrutmen Bersama BUMN Papua Nugini Virus Medusa Yonmek 521 DY Perbatasan RI PNG Distrik Ulilin Siti Aisyah Malaysia Cutton Bud Yance Masita Oppo F11 RSJ Makassar Caleg Stres ITDC Prabowo Marah Marah lk21 indoxxi Distrik Kawagit Keracunan Makanan Lampu Satu Facebook Instagram KKB Badai Matahari Romahormuziy OTT KPK New Zealand Brenton Tarrant Kriminal Banjir Sentani Jayapura Alan Walker On My Way Lirik Lagu Redmi Note 7 Selandia Baru Huawei P30 Pro Pupuk Subsidi Calon Pendeta Dibunuh Melindawati Zidoni Distrik Jagebob

Kalender Agenda

Bergabung Menjadi Journalis Izakod News Tanggal: 20 Januari 2019
Lokasi : merauke

Galeri Foto