Ubi Jalar Mampu Kuliahkan 5 Anak Dari Distrik Tanah Miring Merauke

Oleh: Redaksi Izakod Merauke | Minggu, 03 Maret 2019 - 22:52:15 WIB | dibaca: 4006 pembaca

Ubi Jalar Mampu Kuliahkan 5 Anak Dari Distrik Tanah Miring Merauke

Stephanus, salah satu petani binaan kegiatan bioindustri ubi jalar memiliki lima anak yang semuanya mengenyam pendidikan tinggi. Petani di kampung Erom Bersehati, Distrik Tanah Miring , Merauke  tersebut mampu menyekolahkan kelima anaknya dari hasil ubi jalar.

Pria yang biasa dipanggil Stephan ini merupakan salah satu petani binaan kegiatan bioindustri ubi jalar yang dipimpin oleh Martina Lestari. Selain ubi jalar, Stephan juga menanam padi, sedikit jagung untuk konsumsi keluarga serta memelihara sapi dan kambing.

Petani ini merupakan transmigrasi dari NTT semenjak tahun 1987. Mengingat lokasi asalnya, tidak heran jika Stephan tidak bisa terpisahkan dari jagung yang terkait secara adat dan makanan pokok.

Stephan tinggal di kampung Erom Bersehati, distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Papua. Lokasi kampung tersebut terletak pada batas akhir Distrik Tanah Miring, sekitar 1.5-2 jam perjalanan menggunakan mobil. Jalan menuju lokasi secara umum baik, hanya pada beberapa titik mengalami kerusakan yang menghambat laju perjalanan.

Stephan memiliki lima anak yang mengenyam pendidikan tinggi. Ada yang lulusan di perguruan tinggi di Merauke, lulusan Universitas Cendrawasih dan Universitas Terbuka di Jayapura. Anaknya yang lain menjadi tenaga pengajar dan tenaga kesehatan. Satu anaknya sedang menempuh pendidikan lanjutan selama satu tahun di salah satu Universitas di Bogor, Jawa Barat.

Bagi orang kota, kuliah mungkin hal yang biasa. Tetapi untuk seorang petani dari daerah pelosok yang mampu menyekolahkan ke 5 anaknya, merupakan hal yang luar biasa. Lebih hebatnya lagi, anak-anak Stephan bisa bersekolah dan kuliah karena hasil ubi jalar.

Tanaman ubi jalar Stephan berada di area pekarangan rumah dengan ukuran 0.5 hektare (ha) yang bias menghasilkan sekitar 70 karung ubi jalar. Harga jual ubi jalar di Merauke saat ini sekitar Rp 200 ribu per karung ukuran 50 kg.

Jadi dalam waktu 4 bulan, Stephan bisa menghasilkan sekitar Rp 14 juta hanya dari penjualan ubi jalar dari pekarangan rumahnya. Ditambah hasil tani komoditas lain serta ternak, penghasilannya lebih dari cukup dan bisa mendukung anaknya meraih masa depan melalui pendidikan tinggi.

Konsep bioindustri ubi jalar yang diintroduksi di kampung Erom ini mulai diterapkan oleh Stephan. Varietas unggulan hasil inovasi Badan Litbang Pertanian yang diintroduksi antara lain Beta 1 dan Beta 2. Hasil biomassa ubi jalar dimanfaatkan sebagai pakan kambing.

Kotoran kambing yang dikumpulkan diberikan ke tanah saat persemaian sebagai sumber pupuk. Konsep zero waste sudah mulai dipahami dan dikerjakan secara nyata hingga pedalaman Distrik Tanah Miring, Papua.

Berdasarkan masukan dari Stephan, ubi jalar ditumpangsarikan dengan jagung. Bagaimanapun, mereka tetap memerlukan jagung sebagai bahan makanan. Uji tahap awal tumpangsari ini akan dikembangkan lebih lanjut agar produksi ubi jalar dan jagung dapat diperoleh secara optimal.

Ke depan, pengembangan produk hasil olahan akan dicoba untuk diterapkan dan dikomersialkan mengingat lokasi domisili petani sekaligus lokasi kegiatan berada di jalur utama sehingga bisa menjadi lokasi pemasaran produk olahan ubi jalar.

 

Sumber : Balitbang

loading...
Redaksi Izakod
Editor: Redaksi Izakod

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook


Jadwal Shalat

Polling

halo ka2 semua di Kabupaten Merauke kira - kira Apa yang dibutuhkan untuk menhindarkan anak-anak di Kab. Merauke dari bahasa mabuk Lem?

 Sosialisasi Bahaya menghisap Lem

 cara lain melalui Pendekatan yang bersifat persuasif

 Hukuman sosial yang menimbulkan efek Jera terhadap pengguna

Twitter Feed

Tag Berita

Hiburan Kesehatan Nasional Teknologi Pendidikan Seni & Budaya Sekitar Kita Wisata Hukum Film Daerah Internasional Bola Selebritis Tokoh Pojok Kampus Mop Papua Unik & Seru Vanessa Angel Prostitusi Online Tahun Kelulusan Syahrini Politik Merauke papua JNE Distrik Kampung Nduga Pilpres 2019 PUBG Games Samsung Sains Astronomi SNMPTN Oarfish Identity Leak Checker Reva Alexa KPK Humor sscasn.bkn.go.id Korupsi Papua samsung galaxy m20 BBM satu harga Ani Yudhoyono Daisy Momoland K pop Korea uninstall bukalapak Achmad Zaky pssi bella luna Lion Air Boven Digoel debat pilpres 2019 unicorn denda adat foxtrot six Jayapura swiss belhotel Dr Ulrich vivo v15 nuklir india pakistan Donald Trump Timika Dada Montok caleg eks koruptor moto gp 2021 sirkuit mandalika satelit nusantara satu space x Neno Warisman Mappi Huawei Mate X Huawei Gempa Hari Ini Sumatera Barat Solok Selatan Cinderella Escort Fela Hamza Bin Laden Amerika Kopi Sota The Wandering Earth Tanah Miring Manokwari Andi Arief Demokrat Pendaftaran UTBK Maudy Ayunda Wamena Cerutu Wamena Amazon Jeff Bezos Nyepi PKH Captain Marvel dota 2 Hero Mars Tribratanews Olga Ladyzhenskaya Distrik Muting Distrik Sota KKSB Ikan Arwana Kali Wanggo Aplikasi Oke Sayur UGM Luna Maya Faisal Nasimuddin Rekrutmen Bersama BUMN Papua Nugini Virus Medusa Yonmek 521 DY Perbatasan RI PNG Distrik Ulilin Siti Aisyah Malaysia Cutton Bud Yance Masita Oppo F11 RSJ Makassar Caleg Stres ITDC Prabowo Marah Marah lk21 indoxxi Distrik Kawagit Keracunan Makanan Lampu Satu Facebook Instagram KKB Badai Matahari Romahormuziy OTT KPK New Zealand Brenton Tarrant Kriminal Banjir Sentani Jayapura Alan Walker On My Way Lirik Lagu Redmi Note 7 Selandia Baru Huawei P30 Pro Pupuk Subsidi Calon Pendeta Dibunuh Melindawati Zidoni Distrik Jagebob

Kalender Agenda

Bergabung Menjadi Journalis Izakod News Tanggal: 20 Januari 2019
Lokasi : merauke

Galeri Foto