Mahasiswa UGM Ciptakan Aplikasi Belanja Sayur Online

Oleh: Redaksi Izakod Nasional | Jumat, 08 Maret 2019 - 20:45:10 WIB | dibaca: 152 pembaca

Mahasiswa UGM Ciptakan Aplikasi Belanja Sayur Online

Kemajuan teknologi informasi memang sudah merambah hampir semua unsur kehidupan. Hari ini, tidak cuma memesan transportasi atau makanan yang bisa dilakukan secara daring (online), berbelanja sayurpun bisa dilakukan daring.

Hal itu bisa dilakukan lewat aplikasi Oke Sayur. Oke Sayur sendiri merupakan satu aplikasi yang dibuat dan dikembangkan sekelompok anak-anak muda mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Co-Founder Oke Sayur, Nindi Kusuma Ningrum mengatakan, ide awal dari pembuatan aplikasi ini berasal dari keprihatinannya terhadap eksistensi pasar tradisional yang semakin melemah. Penyebabnya, gaya hidup modern.

Kebiasaan berbelanja turut bergeser ke pasar-pasar modern. Karenanya, aplikasi ini akhirnya dikembangkan sebagai usaha pelestarian pasar-pasar lokal dan tentu sekaligus pedagang-pedagang pasar itu sendiri.

"Oke Sayur hadir bukan hanya untuk membantu masyarakat dalam berbelanja sayur dan kebutuhan dapur, namun turut menjaga kelestarian pasar-pasar tradisional," kata Nindi di Kantor Humas UGM sebagaimana dikutip izakod.com dari Republika Jumat (8/3).

Ia menuturkan, sayuran dan berbagai kebutuhan dapur yang ditawarkan diambil dari pasar-pasar tradisional yang ada di Yogyakarta dan Klaten. Untuk saat ini, mereka baru menggandeng sekitar 10 mitra pedagang di pasar-pasar tradisional.

Mereka menyediakan sekitar 150 produk yang terdiri dari sayur, buah, makanan laut, daging, bumbu dapur dan produk-produk organik. Ada 64 macam sayur, 39 buah, 40 jenis makanan laut, 20 lauk, dan beragam produk-produk organik.

Aplikasi dibuat pada akhir 2017 yang awalnya baru bisa menjangkau konsumen di sekitaran Kabupaten Klaten. Namun, hari ini, layanan telah meluas ke Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulonprogo.

Bagi masyarakatyang ingin belanja lewat Oke Sayur, bisa mengunduh aplikasi itu yang sudah dirilis di PlayStore. Selain itu, bisa masyarkaat mengunjungi situs okesayur.com dan berkirim pesan Whatsapp.

Nantinya, ketika ada pesanan masuk, mereka akan membelanjakan pesanan konsumen di pasar-pasar tradisional dan mengantarkannya. Batas pemesanan maksimal pukul 08.00 WIB untuk diantar hari itu juga.

"Bila pesan dilakukan setelahnya, barang belajaan akan dikirim keesokan harinya," ujar mahasiswi Teknologi Informasi Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik UGM tersebut.

Setiap pembeli bisa membayar belanjaan melalui sistem pembayaran transfer bank. Selain itu, bisa dilakukan pembayaran secara langsung saat belajaan yang telah dipesan konsumen tiba.

Aplikasi Oke Sayur sendiri dikembangkan Nindi bersama rekan-rekannya Fadlan Hawali, Alvin Novandi, Silvia dan Muhammad Fuad Husein dari DTETI FT, Donatus Yoga dari Sekolah Vokasi dan Losyiana Luh Jingga dari Fisipol.

Aplikasi ini turut mengantarkan mereka meraih prestasi membanggakan. Yaitu, juara satu kategori pengembangan bisnis teknologi informasi dan komunikasi dalam kompetisi nasional Gemastik 2018 lalu.

Ke depan, mereka berencana memperluas jangkauan layanan pelanggan tidak cuma di sekitaran Kota Yogyakarta dan Kabupaten Klaten. Tapi, pasar-pasar yang ada di pinggiran dan mampu dijangkau konsumen di berbagai daerah.

"Dengan begitu, Oke Sayur ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pedagang di pasar tradisional, tapi juga bagi petani yang ingin menjual hasil pertaniannya secara langsung ke konsumen tanpa melalui tengkulak," kata Fadlan menambahkan. 

loading...
Redaksi Izakod
Editor: Redaksi Izakod

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook


Jadwal Shalat

Polling

halo ka2 semua di Kabupaten Merauke kira - kira Apa yang dibutuhkan untuk menhindarkan anak-anak di Kab. Merauke dari bahasa mabuk Lem?

 Sosialisasi Bahaya menghisap Lem

 cara lain melalui Pendekatan yang bersifat persuasif

 Hukuman sosial yang menimbulkan efek Jera terhadap pengguna

Twitter Feed

Tag Berita

Hiburan Kesehatan Nasional Teknologi Pendidikan Seni & Budaya Sekitar Kita Wisata Hukum Film Daerah Internasional Bola Selebritis Tokoh Pojok Kampus Mop Papua Unik & Seru Vanessa Angel Prostitusi Online Tahun Kelulusan Syahrini Politik Merauke papua JNE Distrik Kampung Nduga Pilpres 2019 PUBG Games Samsung Sains Astronomi SNMPTN Oarfish Identity Leak Checker Reva Alexa KPK Humor sscasn.bkn.go.id Korupsi Papua samsung galaxy m20 BBM satu harga Ani Yudhoyono Daisy Momoland K pop Korea uninstall bukalapak Achmad Zaky pssi bella luna Lion Air Boven Digoel debat pilpres 2019 unicorn denda adat foxtrot six Jayapura swiss belhotel Dr Ulrich vivo v15 nuklir india pakistan Donald Trump Timika Dada Montok caleg eks koruptor moto gp 2021 sirkuit mandalika satelit nusantara satu space x Neno Warisman Mappi Huawei Mate X Huawei Gempa Hari Ini Sumatera Barat Solok Selatan Cinderella Escort Fela Hamza Bin Laden Amerika Kopi Sota The Wandering Earth Tanah Miring Manokwari Andi Arief Demokrat Pendaftaran UTBK Maudy Ayunda Wamena Cerutu Wamena Amazon Jeff Bezos Nyepi PKH Captain Marvel dota 2 Hero Mars Tribratanews Olga Ladyzhenskaya Distrik Muting Distrik Sota KKSB Ikan Arwana Kali Wanggo Aplikasi Oke Sayur UGM Luna Maya Faisal Nasimuddin Rekrutmen Bersama BUMN Papua Nugini Virus Medusa Yonmek 521 DY Perbatasan RI PNG Distrik Ulilin Siti Aisyah Malaysia Cutton Bud Yance Masita Oppo F11 RSJ Makassar Caleg Stres ITDC Prabowo Marah Marah lk21 indoxxi Distrik Kawagit Keracunan Makanan Lampu Satu Facebook Instagram KKB Badai Matahari Romahormuziy OTT KPK New Zealand Brenton Tarrant Kriminal Banjir Sentani Jayapura Alan Walker On My Way Lirik Lagu Redmi Note 7 Selandia Baru Huawei P30 Pro Pupuk Subsidi Calon Pendeta Dibunuh Melindawati Zidoni Distrik Jagebob

Kalender Agenda

Bergabung Menjadi Journalis Izakod News Tanggal: 20 Januari 2019
Lokasi : merauke

Galeri Foto