Bolehkan Bersihkan Kotoran Telingga Dengan Cutton Bud?

Oleh: Redaksi Izakod Kesehatan | Senin, 11 Maret 2019 - 11:57:47 WIB | dibaca: 285 pembaca

Bolehkan Bersihkan Kotoran Telingga Dengan Cutton Bud?

gambar ilustrasi

Kotoran telinga atau serumen dialami oleh semua orang. Pertanyaannya, bolehkah kita membersihkan kotoran telinga sendiri, baik menggunakan cotton bud atau ear candling?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, dr Hably Warganegara, Sp.THT-KL selaku Dokter Spesialis Telinga, Hidung, Tengorok, Bedah Kepala dan Leher dari RS Pondok Indah-Bintaro Jaya, meluruskan beberapa kesalahpahaman terlebih dahulu.

Disampaikannya dalam paparan “Gangguan Pendengaran Anak” di Jakarta, Rabu (27/2/2019); serumen sebetulnya bukan “kotoran”. Serumen merupakan hasil produksi kelenjar sebasea, kelenjar seruminosa, epitel kulit yang terlepas dan partikel debu yang berfungsi sebagai proteksi pendengaran kita. Ia terletak di sepertiga bagian luar liang telinga dan dapat keluar sendiri akibat migrasi epitel dan gerak rahang, misalnya saat kita mengunyah dan menelan ludah.


Secara umum, ada empat jenis serumen berdasarkan bentuknya. Mereka adalah normal di mana serumen berjumlah sedikit dan bisa keluar sendiri dari telinga, kering, padat tetapi lembek dan padat tetapi keras.

Hably berkata bahwa walaupun dokter biasanya tidak menyarankan penggunaan cotton bud untuk membersihkan kotoran telinga, dia sendiri tidak mempermasalahkannya untuk orang-orang yang tipe serumennya normal. Akan tetapi, cotton bud hanya boleh digunakan pada sepertiga bagian luar liang telinga yang berbulu.

Artinya, bagian putih dari cotton bud masih harus dapat terlihat. Pasalnya, cotton bud bisa mendorong kotoran ke dalam telinga sehingga dapat menyebabkan rasa nyeri, pendengaran berkurang, hingga radang. Lebih parah, cotton bud sendiri bisa menyebabkan lubang pada gendang jika terlalu dalam.

Nah, untuk tipe serumen tidak normal yang mempengaruhi 1 di antara 10 anak Indonesia, Hably menyarankan untuk meminta dokter melakukan pembersihan setiap enam bulan sekali. Dokter akan menyemprot agar serumen keluar dari telinga.

Namun bila diperlukan, bisa dilakukan juga pelunakan dahulu selama tiga hari agar anak tidak mengalami nyeri. Terkait ear candling, Hably dengan tegas menyarankan bahwa itu sudah dilarang oleh Badan Pangan dan Obat-obatan Amerika Serikat (FDA). Sebab, ear candling ditemukan lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya.

Pada orang-orang dengan serumen normal, ear candling malah bisa membuat liang menjadi lebih kotor karena lilin yang berjatuhan. Selain itu, ear candling juga bisa menyebabkan iritasi pada telinga ketika diangkat dan gendang telinga bisa robek. “Kulit normal jadi ikut terangkat, sehingga floranya berubah menjadi gampang kotor. Biasanya yang ke dokter itu yang sudah lecet, bisul dan merah (akibat ear candling),” ujarnya seperti dikutip izakod.com dari kompas .
 

loading...
Redaksi Izakod
Editor: Redaksi Izakod

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook


Jadwal Shalat

Polling

halo ka2 semua di Kabupaten Merauke kira - kira Apa yang dibutuhkan untuk menhindarkan anak-anak di Kab. Merauke dari bahasa mabuk Lem?

 Sosialisasi Bahaya menghisap Lem

 cara lain melalui Pendekatan yang bersifat persuasif

 Hukuman sosial yang menimbulkan efek Jera terhadap pengguna

Twitter Feed

Tag Berita

Hiburan Kesehatan Nasional Teknologi Pendidikan Seni & Budaya Sekitar Kita Wisata Hukum Film Daerah Internasional Bola Selebritis Tokoh Pojok Kampus Mop Papua Unik & Seru Vanessa Angel Prostitusi Online Tahun Kelulusan Syahrini Politik Merauke papua JNE Distrik Kampung Nduga Pilpres 2019 PUBG Games Samsung Sains Astronomi SNMPTN Oarfish Identity Leak Checker Reva Alexa KPK Humor sscasn.bkn.go.id Korupsi Papua samsung galaxy m20 BBM satu harga Ani Yudhoyono Daisy Momoland K pop Korea uninstall bukalapak Achmad Zaky pssi bella luna Lion Air Boven Digoel debat pilpres 2019 unicorn denda adat foxtrot six Jayapura swiss belhotel Dr Ulrich vivo v15 nuklir india pakistan Donald Trump Timika Dada Montok caleg eks koruptor moto gp 2021 sirkuit mandalika satelit nusantara satu space x Neno Warisman Mappi Huawei Mate X Huawei Gempa Hari Ini Sumatera Barat Solok Selatan Cinderella Escort Fela Hamza Bin Laden Amerika Kopi Sota The Wandering Earth Tanah Miring Manokwari Andi Arief Demokrat Pendaftaran UTBK Maudy Ayunda Wamena Cerutu Wamena Amazon Jeff Bezos Nyepi PKH Captain Marvel dota 2 Hero Mars Tribratanews Olga Ladyzhenskaya Distrik Muting Distrik Sota KKSB Ikan Arwana Kali Wanggo Aplikasi Oke Sayur UGM Luna Maya Faisal Nasimuddin Rekrutmen Bersama BUMN Papua Nugini Virus Medusa Yonmek 521 DY Perbatasan RI PNG Distrik Ulilin Siti Aisyah Malaysia Cutton Bud Yance Masita Oppo F11 RSJ Makassar Caleg Stres ITDC Prabowo Marah Marah lk21 indoxxi Distrik Kawagit Keracunan Makanan Lampu Satu Facebook Instagram KKB Badai Matahari Romahormuziy OTT KPK New Zealand Brenton Tarrant Kriminal Banjir Sentani Jayapura Alan Walker On My Way Lirik Lagu Redmi Note 7 Selandia Baru Huawei P30 Pro Pupuk Subsidi Calon Pendeta Dibunuh Melindawati Zidoni Distrik Jagebob

Kalender Agenda

Bergabung Menjadi Journalis Izakod News Tanggal: 20 Januari 2019
Lokasi : merauke

Galeri Foto