Rp. 25.000 Perliter, BBM Satu Harga Belum Berlaku Di Biwage, Distrik Kawagit, Boven Digoel

Oleh: Redaksi Izakod Merauke | Rabu, 13 Maret 2019 - 11:36:29 WIB | dibaca: 271 pembaca

Rp. 25.000 Perliter, BBM Satu Harga Belum Berlaku Di Biwage, Distrik Kawagit, Boven Digoel

Anak-anak Distrik Kawagit (RK/Wartalika)

Kurangnya perhatian pemerintah, belum meratanya keadilan dalam pembagian kue pembangunan, serta minimnya pelayanan pendidikan dan kesehatan Warga Suku Koroway yang mendiami wilayah Sungai Digoel, Kali Kasoari, Dairam Kabur, Kali Dawe menuntut perhatian serius dari pemerintah. Hal ini di sampaikan Kepala Kampung Biage 1 Yohanis Subahatu dan Kepala Kampung Biage 2 Topinus Jalengkatu di Desa Biwage Distrik Kawagit, Kabupaten Boven Digoel, Sabtu (02/03/2019) .

Kepala Kampung Biage 1 Johanis Subahatu menyampaikan, kurangnya perhatian pemerintah di wilayahnya membuat kondisi masyarakat yang mendiami wilayah Kali Digoel merasa seperti ayam kehilangan induknya.

“Bukti yang ada yaitu anak-anak kami sangat ketinggalan dalam hal pendidikan, dimana anak-anak kami tidak maksimal bersekolah di karenakan tidak adanya tenaga guru pengajar, sehingga anak-anak kami tidak bisa merasakan bekal pendidikan yang layak,” terang Johanis dikutip izakod.com dari wartalika.

Di tempat yang sama, Kepala Kampung Biage 2 Topinus Jalengkatu menambahkan bahwa, begitu pun dengan pelayanan kesehatan yang tidak memadai yang mana di wilayah kami tidak ada sarana kesehatan baik Pustu atau Puskesmas. “Sehingga pelayanan kesehatan di wilayah kami tidak maksimal,” tutur Topinus.

“Dalam hal ini kami Warga Suku Koroway yang mendiami Sungai Digoel sangat  mengharapkan perhatian  pemerintah agar segera memperhatikan nasib kami, karena kami juga manusia seperti halnya yang hidup di wilayah yang sudah maju. Kami juga Rakyat Indonesia dan butuh perhatian yang sama dari pemerintah baik infrastruktur jalan guna menghubungkan beberapa distrik yang ada di wilayah Koroway,” pintanya.

Lanjut dikatakan Topinus, kehidupan Warga Pesisir Sungai Digoel hanya bergantung pada akses sungai dan menggunakan long boad atau speet boad dari tanah merah menuju ke kampung-kampung yang dengan jarak cukup jauh, dalam hal ini tentunya kami membutuhkan BBM.

“Untuk itu, kami juga menuntut terkait Harga Bahan Bakar Minyak (BBM), sebab kami tahu bahwa ada program pemerintah dimana harga BBM satu harga, namun sampai saat ini kami tidak pernah merasakan apa yang di sebut BBM satu harga. BBM bila di Tanah Merah seharga Rp 10 ribu per liter, namun bila tiba di kampung kami harga BBM mencapai  Rp 25 ribu per liter. Dimana Progam Satu Harga itu, dan dimana keadilan bagi kami warga suku Koroway yang mendiami pesisir sugai Digoel,” beber Topinus.

Maka itu, lanjutnya kami sangat mengharapkan perhatian pemerintah agar segera meninjau wilayah perkampungan yang ada di wilayah sungai Digoel, sebab kami sudah bosan dengan janji-janji. “Kami minta untuk Pemerintah Daerah, Provinsi serta Pemerintah Pusat agar meninjau dan memperhatikan nasib kami warga suku Koroway yang di ketahui bahwa wilayah kami sangat tertinggal baik pembangunan Jalan, Tempat Ibadah, Sarana Pendidikan serta Kesehatan dan Hal tersebut kami sangat membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah,” tandas Topianus.

Ada pun keterangan seorang warga Simson Banekatu menyampaikan, bahwa bukan hanya di wilayah Biwage saja yang merasakan ketertinggalan. Namun di wilayah Walibururu, Danokit, Abiwage, Mafuage, Abuwage, Baigun, Waena (1), Waena (2), Danowage, dan Dairam Kabur khususnya Warga Suku Koroway secara keseluruhan yang ada wilayah-wilayah tersebut tidak mendapatkan perhatian serius Pemerintah baik pembangunan jalan serta sarana kesehatan dan sarana pendidikan yang maksimal.

“Dalam hal ini kami bukan hanya meminta sarana pendidikan dan kersehatan, namun yang terpenting kami meminta agar pemerintah juga menyediakan tenaga pendidik (guru-red) serta tenaga pelayan kesehatan yang organik. Kami tidak membutuhkan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan yang hanya tinggal satu hari saja dan lalu pulang, sehingga membuat murid sekolah terlantar serta masyarakat mengeluh dan menginginkan agar pelayanan kesehatan yang memadai. Kami warga Indonesia dan kami menuntut hak yang sama yaitu kesejateraan bagi Warga Suku Koroway,” pungkasnya.

 

sumber :wartalika

loading...
Redaksi Izakod
Editor: Redaksi Izakod

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook


Jadwal Shalat

Polling

halo ka2 semua di Kabupaten Merauke kira - kira Apa yang dibutuhkan untuk menhindarkan anak-anak di Kab. Merauke dari bahasa mabuk Lem?

 Sosialisasi Bahaya menghisap Lem

 cara lain melalui Pendekatan yang bersifat persuasif

 Hukuman sosial yang menimbulkan efek Jera terhadap pengguna

Twitter Feed

Tag Berita

Hiburan Kesehatan Nasional Teknologi Pendidikan Seni & Budaya Sekitar Kita Wisata Hukum Film Daerah Internasional Bola Selebritis Tokoh Pojok Kampus Mop Papua Unik & Seru Vanessa Angel Prostitusi Online Tahun Kelulusan Syahrini Politik Merauke papua JNE Distrik Kampung Nduga Pilpres 2019 PUBG Games Samsung Sains Astronomi SNMPTN Oarfish Identity Leak Checker Reva Alexa KPK Humor sscasn.bkn.go.id Korupsi Papua samsung galaxy m20 BBM satu harga Ani Yudhoyono Daisy Momoland K pop Korea uninstall bukalapak Achmad Zaky pssi bella luna Lion Air Boven Digoel debat pilpres 2019 unicorn denda adat foxtrot six Jayapura swiss belhotel Dr Ulrich vivo v15 nuklir india pakistan Donald Trump Timika Dada Montok caleg eks koruptor moto gp 2021 sirkuit mandalika satelit nusantara satu space x Neno Warisman Mappi Huawei Mate X Huawei Gempa Hari Ini Sumatera Barat Solok Selatan Cinderella Escort Fela Hamza Bin Laden Amerika Kopi Sota The Wandering Earth Tanah Miring Manokwari Andi Arief Demokrat Pendaftaran UTBK Maudy Ayunda Wamena Cerutu Wamena Amazon Jeff Bezos Nyepi PKH Captain Marvel dota 2 Hero Mars Tribratanews Olga Ladyzhenskaya Distrik Muting Distrik Sota KKSB Ikan Arwana Kali Wanggo Aplikasi Oke Sayur UGM Luna Maya Faisal Nasimuddin Rekrutmen Bersama BUMN Papua Nugini Virus Medusa Yonmek 521 DY Perbatasan RI PNG Distrik Ulilin Siti Aisyah Malaysia Cutton Bud Yance Masita Oppo F11 RSJ Makassar Caleg Stres ITDC Prabowo Marah Marah lk21 indoxxi Distrik Kawagit Keracunan Makanan Lampu Satu Facebook Instagram KKB Badai Matahari Romahormuziy OTT KPK New Zealand Brenton Tarrant Kriminal Banjir Sentani Jayapura Alan Walker On My Way Lirik Lagu Redmi Note 7 Selandia Baru Huawei P30 Pro Pupuk Subsidi Calon Pendeta Dibunuh Melindawati Zidoni Distrik Jagebob

Kalender Agenda

Bergabung Menjadi Journalis Izakod News Tanggal: 20 Januari 2019
Lokasi : merauke

Galeri Foto